Profil Lab. Ekonomi Pembangunan


Sejarah
Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan (JIEP) merupakan satu dari tiga jurusan yang terdapat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan didirikan berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas RI Nomor : 3397/D/T/2008, tanggal 22 September 2008 dan mulai aktif beroperasi sejak bulan Agustus 2009. Sejak beroperasi hingga saat ini, Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan bertumbuh dan mengalami perkembangan pesat. Visi Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan adalah “Terwujudnya Jurusan yang Unggul dalam Pengembangan Ekonomi serta Berkarya secara Profesional dan Kompetitif”. Seiring dengan perkembangan Jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan dan guna mewujudkan visi tersebut, maka pada tahun 2012 didirikanlah Laboratorium Komputer Ilmu Ekonomi Pembangunan (Labkom Ekbang) sebagai sarana penunjang pendidikan dan pembelajaran mahasiswa dalam melakukan penelitian, pengkajian ilmiah pada berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan Ilmu Ekonomi Pembangunan. Labkom Ekbang merupakan unsur pelaksana kelengkapan jurusan yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan penggunaan dan pemakaian bahan praktik maupun peralatan bantu (instrumentasi). Dalam penggunaannya Labkom Ekbang juga menjadi sarana untuk melaksanakan kegiatan penelitian ilmiah dan pembekalan kepada mahasiswa mengenai praktikum berbasis komputerisasi. Selain itu, Labkom Ekbang dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan riset dosen serta kegiatan kajian ilmiah bagi pemerintah, dunia usaha, lembaga terkait dan untuk pengabdian masyarakat.
Visi
Terwujudnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang dinamis menuju keunggulan bermartabat.
Misi
Menyiapkan out comes lulusan yang memiliki kualitas kompetensi yang relevan dengan perubahan lingkungan.
Tujuan
Menyiapkan lulusan yang memiliki keahlian comparative, berkarakter entrepreneurial dan responsive terhadap perkembangan lingkungan. Berdasarkan pada kebijakan umum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan untuk mewujudkan visi dan misi FEB UNTIRTA tersebut di atas, di mana UNTTRTA menganut nilai-nilai budaya yang dikenal dengan JAWARA yaitu Jujur, Amanah. Wibawa, Adil, Religius, dan Akuntabel.

a. Jujur, bermakna lurus hati, tulus ikhlas, tidak bohong dan tidak curang, sikap yang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokkan antara Informasi dengan fenomena atau memberikan informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran, apa yang dikatakan sesuai dengan hati nuraninya dan hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Satu kata dan perbuatan, apa yang dikatakan sama dengan perbuatannya.

b. Amanah, sikap dan tindakan benar-benar dapat dipercaya, melaksanakan dengan sebaik-baiknya suatu urusan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

c. Wibawa, kemampuan mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan, penuh daya tarik, menghadirkan sosok pribadi yang luhur dan santun sehingga disegani, dihormati dan dipatuhi bukan ditakuti oleh karena kekuatan, kekuasaan maupun kekayaan, tetapi karena mampu tampil sebagai teladan, berprestasi dan mengayomi serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, senantiasa berupaya menegakkan peraturan dan ketentuan secara konsisten.

d. Adil, suatu tindakan menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan porsi dan kapasitasnya dalam berbagai hal, mengindahkan ketentuan-ketentuan atau aturan- aturan yang berlaku di dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari, sikap tidak memihak, memberikan putusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e. Religius, adalah sikap dan perilaku taat menjalankan ajaran agamanya, toleran intern dan antar umat dalam melaksanakan ibadah serta menjalin hidup rukun dengan pemeluk agama. Memiliki semangat berkorban, semangat persaudaraan, semangat saling menolong dan tradisi mulia lainnya. Membiasakan sholat berjamaah, gemar bersodaqoh, rajin belajar dan perilaku yang mulia lainnya.

f. Akuntabel, kesiapan dan kesediaan mempertanggungjawabkan tugas dan kewajiban yang diembannya kepada lingkungan formal maupun masyarakat.